4 Days 3 Nights with 2 Women to 1 Country I Love

Singapore, April 04-07, 2014.
Me, Mama and sissy.
It was such beautiful days together with them, my most beautiful women in my life. Started by an afternoon talk about how I miss Singapore sidewalk few weeks ago, that turned into a surprise short holiday plan from Mama.

Thank you Mama for made your little daughter wish came true! Thank you Papa for letting us go even without you.. Don’t work too hard! We love you so much! :*

• Our time!

image

image

image

image

image

image

image

image

• Me time..

image

image

image

image

image

image

image

image

image

• Heavens all around…

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Thank you Singapore! You are beautiful as always! ♡

Advertisements

When I’m not Walking, nor Talking. (Don’t Leave Me)

image

I used to “dance” with my pencil, pen or anything even my lipstick on any media, when I feel boring or have nothing to do and no one to talk (beside writing and daydreaming). Well, still, but nowadays I do it more on my phone. At least my lipsticks are safe now.

I’m not an artist. I can’t draw well. I’m just a communication person who loves drawing so much. Much more than talking, sometimes.

Don’t leave me alone. I can’t guarantee there’s still any space left on the wall when you come back.

Little Heaven for the Afternoon Pedestrian

image

This friendly land to walk beside the sidewalk, makes me just don’t wanna back to the crowd sometimes. The colours of the water, sky and sand, the sounds of waves and wind, that perfect combination I can’t find in the city where I live. The warm sun and beautiful moon that brings peace in heart and mind everytime I was there. Yes, this is my little heaven on earth.

Dear Mr. President

Sadar sudah cukup lama tidak menginjakan kaki di atas trotoar, hari ini saya memutuskan untuk pergi tanpa kendaraan pribadi. Sempat sibuk menghabiskan waktu mencari flat shoes satu-satunya milik ku yang sampai terlupakan keberadaannya.

Kendaraan umum, kesempatan untuk melamun dan memerhatikan keadaan sekitar dengan hanya berpangku tangan tanpa harus berkutat memutar stir atau pun menginjak rem dan gas. Meskipun tidak senyaman kendaraan sendiri, saya selalu bisa menikmati moment seperti itu, sendirian.

Perjalanan pulang sore tadi sengaja tidak saya lakukan “langsung-langsung”. Maksudnya, saya lebih memilih untuk berjalan di trotoar sepanjang jalan di bawah pohon dulu ketimbang langsung mendudukan diri di atas kendaraan umum. Jarak yang seharusnya dekat sengaja saya buat lebih jauh. Udara sehabis hujan sore tadi terlalu sempurna untuk saya lewatkan dengan berjalan kaki hanya sebentar. Saking semangatnya, saya sampai lupa mengambil foto keadaan. Malah asyik menikmati dan senyum-senyum sendiri sepertinya.

Sepanjang perjalanan pulang tadi, terpikir di kepala, kalau saja kebersihan, kenyamanan dan keamanan fasilitas kendaraan umum di Indonesia terjamin dengan baik, saya pasti akan menjadi salah satu pengguna setia. Sayangnya sampai saat ini angan-angan itu masih terlalu jauh dari nyata. Semoga saja suatu saat bisa. *lirik Presiden*